0 3 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau langsung progres pembangunan Gedung Kudus Sehat di Jalan dr. Loekmono Hadi, Kamis (6/8/2026) malam. Dalam kunjungan tersebut, ia menginstruksikan percepatan pekerjaan dengan menambah tenaga kerja dan mengoptimalkan jam lembur agar proyek strategis itu dapat selesai lebih cepat dari target kontrak.

Sam’ani mengatakan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 23 persen atau mengalami deviasi minus satu persen dari target. Menurutnya, ketertinggalan tersebut masih dapat dikejar dalam waktu dekat melalui percepatan pekerjaan di lapangan.

“Posisi sekarang 23 persen minus satu persen. Tapi dalam satu minggu ini kita kejar supaya deviasinya menjadi positif,” kata Sam’ani.

Ia menjelaskan, percepatan dilakukan melalui mekanisme Contract Change Order (CCO). Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya belum terakomodasi akan dimasukkan ke dalam kontrak, sedangkan pekerjaan yang dinilai kurang prioritas akan disesuaikan agar kebutuhan proyek tetap terpenuhi.

“Ada beberapa pekerjaan yang harus di-CCO. Ada pekerjaan yang belum ter-cover nanti di-cover, kemudian ada pekerjaan yang tidak penting akan dikurangi untuk menutupi pekerjaan yang di-CCO tadi,” ujarnya.

Selain itu, Bupati meminta kontraktor menambah jumlah tenaga kerja dan mengoptimalkan jam kerja, termasuk lembur hingga malam hari, agar progres pembangunan segera kembali sesuai target.

“Kami instruksikan untuk menambah manpower, termasuk jam kerja sampai lembur. Kalau ada pekerjaan pengecoran bisa sampai malam bahkan pagi,” tegasnya.

Meski kontrak proyek berakhir pada 29 Desember 2026, Pemkab Kudus menargetkan pekerjaan fisik dapat dirampungkan lebih cepat, yakni pada akhir November 2026.

“Kontraknya memang sampai 29 Desember, tapi kami gas supaya akhir November selesai,” katanya.

Sementara itu, Pengawas dari Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) PT Aretas Wicaksana Konsultan, Putro Bekti Aji, mengatakan progres pembangunan saat ini mencapai sekitar 23 persen atau mengalami deviasi satu persen dari target 24 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi tingginya target pekerjaan pada tahap ini, namun secara keseluruhan proyek masih berjalan sesuai rencana.

“Deviasi sekitar satu persen dari target 24 persen karena target progres pada tahap ini memang cukup tinggi. Namun secara keseluruhan pekerjaan masih on the track sesuai jadwal,” jelas Putro.

Ia menjelaskan, saat ini PT Galatama selaku pelaksana proyek memfokuskan pekerjaan pada pembuatan pelat atau landasan lantai satu dan lantai dua. Setelah tahapan tersebut selesai, pekerjaan struktur akan berlanjut ke lantai-lantai berikutnya sehingga progres diperkirakan meningkat lebih cepat.

Putro optimistis pada Oktober mendatang struktur bangunan telah mencapai pemasangan atap lantai tujuh sehingga pekerjaan dapat dilanjutkan ke tahap arsitektur dan penyelesaian akhir.

“Target kami Oktober nanti atap lantai tujuh sudah terpasang. Setelah itu masuk pekerjaan arsitektur dan finishing. Kami optimistis proyek selesai sesuai jadwal,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pembangunan Gedung Kudus Sehat di lahan eks Plasa Matahari di samping RSUD dr. Loekmono Hadi mulai dikerjakan pada Mei 2026. Proyek senilai Rp91,45 miliar itu mengusung konsep medical tourism yang memadukan layanan kesehatan modern dengan fasilitas komersial dan hotel. (YM/YM)


Post Views: 18

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *