0 4 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran Rp3,9 miliar yang bersumber dari dana cukai untuk memperbaiki ruas Jalan Pasuruhan Lor-Dukuh Kencing, Kecamatan Jati. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada November 2026 dengan sejumlah penanganan, mulai dari peninggian hingga pelebaran badan jalan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kudus, Supriyadi, mengatakan proyek tersebut mencakup penanganan jalan dari Jembatan Kenceng ke arah utara. Ruas yang menjadi sasaran pekerjaan memiliki panjang sekitar 200 meter.

Menurutnya, perbaikan tidak hanya menyasar permukaan jalan, tetapi juga mencakup peningkatan elevasi dan pelebaran badan jalan. Setelah ditangani, lebar jalan yang sebelumnya sekitar empat meter akan diperluas menjadi kurang lebih enam meter.

“Pekerjaannya peninggian opertan. Nanti di atas opertan itu kita overlay menggunakan beton FS45, FS41. Panjangnya sekitar 200 meter dengan lebar rigid beton enam meter,” ujar Supriyadi saat ditemui Kamis (20/8/2026).

Pada beberapa titik, pelebaran dilakukan dengan tambahan sekitar satu hingga 1,5 meter. Dengan perubahan tersebut, kendaraan diharapkan memiliki ruang lebih luas ketika melintas maupun saat berpapasan dari arah berlawanan.

Selain pelebaran, elevasi jalan juga dinaikkan dengan ketinggian yang disesuaikan kondisi lapangan. Di salah satu bagian, peninggian diperkirakan mencapai hampir satu meter dari permukaan jalan lama, kemudian dibuat menurun secara bertahap sepanjang ruas pekerjaan.

“Kalau di sana kurang lebih hampir satu meter. Dari ujung sana sampai ke sini nanti sepanjang 200 meter turunnya perlahan,” jelasnya.

Untuk konstruksi permukaan, PUPR menggunakan rigid beton dengan ketebalan sekitar 20 sentimeter dan tulangan tunggal. Sebelum beton dicor, struktur bagian bawah dipersiapkan dengan lapisan pondasi bawah (LPB) dan lapisan pondasi agregat (LPA) agar konstruksi lebih kuat.

Supriyadi menjelaskan, peninggian jalan turut mempertimbangkan kondisi ruas yang selama ini relatif rendah. Saat hujan deras, kawasan tersebut berpotensi mengalami genangan sehingga perbaikan elevasi diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

“Pertama mungkin kaitan ada anggaran juga. Kedua, kenyamanan dalam berlalu lintas karena kurang nyaman, terlalu rendah. Jadi ini kita buat perlahan atau sehalus mungkin,” katanya.

Lebar jalan yang terbatas juga menjadi salah satu alasan dilakukan pelebaran. Jalan yang hanya sekitar empat meter dinilai menyulitkan kendaraan roda empat ketika saling berpapasan.

“Karena hanya empat meter, apalagi kalau pas kita papasan antar kendaraan, banyak yang terjadi roda empat keluar dari jalan ke selokan,” ungkap Supriyadi.

Pekerjaan turut meliputi penanganan talut di sejumlah titik sepanjang ruas tersebut. Total panjang talut yang akan ditangani diperkirakan sekitar 300 meter, meskipun kebutuhan pekerjaan berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya.

Supriyadi menuturkan, sebagian ruas sudah memiliki talut sehingga tidak seluruh bagian mendapatkan pembangunan baru. Penanganan difokuskan pada titik yang membutuhkan penguatan maupun pembangunan talut untuk menunjang konstruksi jalan.

Proyek tersebut telah memiliki kontrak sejak 16 Juli 2026, sedangkan pekerjaan fisik mulai dilaksanakan pada awal Agustus. Dengan durasi kontrak empat bulan, penyelesaian pekerjaan ditargetkan pada November mendatang.

“Kontrak kita empat bulan. Pengerjaan dimulai awal Agustus kemarin, berarti sampai November,” terangnya.

Melalui proyek yang dibiayai dana cukai tersebut, PUPR Kudus berharap kondisi ruas Jalan Pasuruhan Lor-Dukuh Kencing menjadi lebih layak dan aman untuk dilalui. Perbaikan elevasi serta pelebaran jalan diharapkan dapat mengurangi persoalan genangan dan memberikan ruang yang lebih memadai bagi kendaraan saat berpapasan. (AS/YM)


Post Views: 2

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *