0 3 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net – Kreativitas siswa-siswi Kompetensi Keahlian Animasi SMK Raden Umar Said Kudus kembali ditunjukkan melalui gelaran GREXTION 2026, ajang gala premier sekaligus yang digelar meriah di Kudus.

Event tahunan tersebut menampilkan sembilan film animasi hasil produksi para siswa yang dikerjakan dengan standar industri kreatif profesional. Menariknya, karya-karya tersebut tidak hanya menjadi syarat kelulusan, namun juga dipersiapkan agar layak tayang untuk publik hingga berpotensi masuk festival film animasi.

Kegiatan GREXTION 2026 dibuka langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi kemampuan para siswa SMK RUS Kudus yang mampu menghasilkan karya animasi berkualitas sejak masih duduk di bangku sekolah.

Ini sangat bagus karena anak-anak sejak sekolah sudah dibiasakan membuat karya yang siap tampil di publik dan punya standar industri. Semoga nantinya bisa melahirkan animator-animator hebat dari Kudus,” ujarnya.

Ketua panitia GREXTION 2026, Rico Andriyansyah menjelaskan, GREXTION merupakan agenda tahunan yang menjadi puncak presentasi karya tugas akhir siswa animasi.

GREXTION itu event tahunan di SMK RUS, dimana kami menyelenggarakan gala premier film hasil karya produk tugas akhir siswa. Jadi ketika anak-anak mau lulus, khususnya di jurusan animasi, mereka harus membuat satu film animasi yang layak ditonton publik, bisa masuk festival, dan harus memiliki standar industri,” jelasnya.

Menurut Rico, tahun ini terdapat sembilan kelompok produksi yang seluruhnya berasal dari 166 siswa kelas 12 jurusan animasi. Masing-masing kelompok memproduksi satu film animasi sehingga total terdapat sembilan film yang dipamerkan.

Tahun ini ada sembilan kelompok dan dari sembilan kelompok itu mereka memproduksi satu film. Jadi total ada sembilan film,” katanya.

Ia menyebut, setiap kelompok berisi sekitar 18 hingga 19 siswa yang bekerja layaknya tim produksi profesional, mulai dari penulisan cerita, desain karakter, animasi, pengisian suara hingga proses rendering akhir.

GREXTION 2026 mengangkat tema lingkungan dan kemanusiaan. Tema tersebut dipilih agar karya yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual, namun juga memiliki pesan sosial yang kuat bagi masyarakat.

Kami mengambil tema lingkungan dan kemanusiaan supaya ketika karya itu dipublikasikan bisa memberikan dampak, memberikan masukan kepada masyarakat, dan bisa kena di hati setiap penonton,” ungkap Rico.

Durasi film yang diproduksi juga cukup beragam, mulai dari tiga menit hingga tujuh menit. Meski berdurasi pendek, setiap film dikemas dengan kualitas visual dan alur cerita yang serius.

Rico menambahkan, GREXTION tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024 lalu. Pada tahun sebelumnya terdapat 10 film yang diproduksi, sedangkan tahun ini menjadi sembilan film karena penyesuaian jumlah siswa dan pembagian kelompok yang lebih seimbang.

Melalui GREXTION 2026, SMK RUS Kudus berharap para siswa tidak hanya lulus dengan kemampuan teknis animasi, namun juga memiliki pengalaman nyata memproduksi karya kreatif yang siap bersaing di industri maupun festival animasi nasional. (YM/YM)


Post Views: 3

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *